Pengalaman Pembuatan Visa Turis ke Italia

 

IMG_20180105_162608.jpg
Duomo, Milan, italia

Pada tahun 2017, kira-kira empat bulan setelah saya menikah, saya berangkat ke Milan, Italia untuk bisa bertemu kembali dengan suami. Beliau sudah lebih dahulu berangkat di bulan September 2017 untuk melanjutkan studinya, sementara saya berangkat di Bulan Januari tepatnya tanggal 1 Januari 2018. Suami saya berangkat menggunakan visa studi, sedangkan saya berangkat menggunakan visa turis. Kali ini, saya ingin berbagi prosedur pembuatan  visa turis ke Italia berdasarkan pengalaman yang saya alami. Barangkali ada di antara kamu yang tertarik ke sebuah kota di Italia yang terkenal dengan sebutan The Fashion Capital of The World ini.

Berikut ini ialah informasi dasar yang perlu kamu ketahui:

  1. Kunjungi Website VFS Global
    VFS Global merupakan perusahaan outsourcing yang mengelola visa, ia bekerja untuk beberapa kedutaan negara sehingga tidak semua negara ditangani oleh perusahaan ini. Untuk ke Italia, bisa melalui VFS Global. Jadi, kamu tidak perlu ke kedutaan Italia untuk mengurus visa. Kamu bisa kunjungi website VFS Global untuk mendapat informasi lebih lengkap, dan kamu juga bisa memilih menggunakan bahasa yang kamu inginkan untuk membaca informasi di website tersebut.  Saya pilih bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami, berikut tautan-nya: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/index.html
  2. Kunjungi Laman Visa Schengen
    Karena saya menggunakan visa turis, maka saya menuju laman Visa Schengen: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/schengen_visa.html. Apakah itu Visa Schengen? Visa ini merupakan hasil Perjanjian Schengen dan dilakukan oleh negara-negara Uni-Eropa. Isi perjanjian itu antara lain adalah menghapuskan pengawasan pada perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa serta mencakup aturan-aturan tentang kebijakan bersama untuk izin masuk dalam jangka pendek. Visa Schengen memiliki batas waktu terlama yaitu 90 hari dan dengan jangka waktu selama 6 bulan. Hal itu dikarenakan visa ini hanya berlaku bagi yang ingin travelling atau dalam melakukan perjalanan bisnis di Eropa saja. (sumber: https://travellin.co.id/Article/Read/apa-sih-visa-schengen-itu-simak-penjelasannya-berikut.
    Kembali pada laman Visa Schengen, yaa. Kamu wajib membaca dengan sungguh-sungguh informasi yang diberikan karena di laman tersebut ada 3 poin penting, yaitu: 1.) Bagaimana cara melakukan aplikasi visa, 2.) Letak pusat pengajuan aplikasi visa Italia (ini untuk memberikan berkas-berkas dokumen persyaratan visa), telepon helpline-nya, dan alamat e-mail-nya, dan 3.) Waktu pengajuan aplikasi visa.
  3. Kunjungi Laman “Cara Mengajukan Visa”
    Di laman ini kamu akan menemukan beberapa tahap yang harus dilakukan:Untitled picture
    (sumber: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/how_to_apply.html)

Dan setelah kamu menyerahkan aplikasi visa di Pusat Aplikasi Visa, kamu dapat melacak status aplikasimu dengan memasukkan Nomor Referensi Aplikasi dan Tanggal Lahir pada tautan ini:
https://www.vfsvisaonline.com/Global-Passporttracking/Track/Index?q=shSA0YnE4pLF9Xzwon/x/IzcvBCb/70NmWcryI2n01fGJ1kAYHvEr537AtEirPrSXOmHv5SAHG/6c7whoEx1Bg==

Sekarang, masuk ke sesi pengalaman saya menyiapkan berkas untuk aplikasi visa turis, yaa.

  1. Bikin janji dengan VFS Global untuk Penyerahan Dokumen
    Kamu terlebih dahulu harus mengetahui waktu pengajuan visa di Laman Visa Schengen. Intinya, waktu pengajuan aplikasi visa ini harus diajukan minimal 15 hari kalender sebelum berangkat dan tidak dapat diajukan lebih awal dari tiga bulan sebelum berangkat. Misalnya, kamu mau berangkat bulan Mei, sedangkan sekarang masih bulan Januari, kamu tidak bisa mengajukan aplikasi di bulan Januari dan Februari. Mengapa pengajuan aplikasi visa ini harus diajukan minimal 15 hari kalender sebelum kamu berangkat? Karena proses visa biasanya akan memakan waktu maksimum 15 hari kalender, bahkan kalau ada halangan, bisa memakan waktu 30-60 hari. Selain itu, berdasar pengalaman dua kali bikin janji dengan VFS Global, tidak mudah lho mendapatkan waktu yang disediakan oleh VFS Global, karena orang yang mengajukan aplikasi visa memang banyak. Kamu harus rajin-rajin lihat laman untuk bikin janji dengan VFS Global di tautan berikut: https://online.vfsglobal.com/GlobalAppointment/Account/RegisteredLogin?q=shSA0YnE4pLF9Xzwon/x/IzcvBCb/70NmWcryI2n01fGJ1kAYHvEr537AtEirPrSXOmHv5SAHG/6c7whoEx1Bg== untuk melihat waktu yang masih ada slot buat kamu mengajukan berkas aplikasi. Jadi, tentukan waktu pengajuan visa kamu dengan pertimbangan yang matang, yaa. Lalu, jangan lupa cetak dokumen appointment kamu dengan VFS global untuk dibawa saat penyerahan berkas aplikasi visa.
  2. Menyiapkan dokumen yang diperlukan
    Sembari menanti waktu hari H penyerahan berkas aplikasi visa, saya menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Sebenarnya, semua informasi dokumen yang diperlukan untuk mengajukan aplikasi visa turis sudah ada di tautan berikut: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/tourist.html , tapi saya tulis lagi berdasar kondisi saya dan pengalaman saya, yaa. Nah, kondisi saya adalah seorang IRT yang diundang suaminya untuk  berkunjung ke Milan. Suami saya bukanlah orang kaya, beliau hanyalah seorang mahasiswa S2 yang mendapat beasiswa LPDP sehingga biaya hidup dan sekolahnya ditanggung oleh LPDP, tetapi tidak untuk istrinya, yaa. LPDP tidak menanggung biaya hidup istri apalagi anak-nya awardee (intinya LPDP tidak memberikan tunjangan untuk keluarga awardee, dalam hal ini awardee yang sudah menikah dan berkeinginan membawa keluarga kecilnya di negara tempat awardee belajar). Itu sekilas tentang kondisi saya. Dengan kondisi tersebut, maka saya perlu menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan visa sebagai berikut:

    • Formulir aplikasi visa
      Diisi secara online pada tautan berikut: http://e-applicationvisa.esteri.it/moduloOnline.html#step-1. Kemudian diunduh dan dicetak.
    • 2 (dua) buah pas foto terbaru dan berwarna (ukuran 35×45 mm dengan latar belakang putih dan sesuai dengan standar dari ICAO: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/pdf/ICAOPhoto25052012.pdf
    • Paspor (yang masih berlaku) dan fotocopy paspor
    • Asuransi perjalanan
      Kamu bisa lihat panduan untuk membeli asuransi di tautan berikut: https://shintamichiko.com/2017/08/23/panduan-membeli-asuransi-perjalanan-untuk-visa-schengen/. Saya menggunakan asuransi AXA Indonesia Smart Traveller karena bisa didapatkan dengan membeli secara online, bayar via transfer, dan polis asuransi langsung dikirimkan ke e-mail. Harap diperhatikan untuk benar-benar memastikan tanggal polisnya ya, tanggal polis aktif ialah tanggal kapan berangkat dan tanggal polis usai ialah tanggal tiba kembali di Indonesia. Pengalaman saya ialah saya keliru menuliskan tanggal polis usai, bukan tanggal tiba kembali di Indonesia melainkan tanggal berangkat naik pesawat dari Milan. Akhirnya, saya diminta untuk mengubah polis asuransi saya. Sedangkan pengubahan polis asuransi AXA Indonesia hanya boleh dilakukan sekali saja. Untungnya, saya bisa memberikan dokumen susulan via e-mail ke VFS Global, ditujukan kepada officer yang menangani saya saat penyerahan berkas. Namun, dikirimkan sesegera mungkin karena berkas aplikasi visa saya akan segera dibawa ke kedutaan. Untuk mekanisme pengubahan polis asuransi perjalanan tersebut, saya telepon langsung ke AXA Indonesia dan juga mengirim e-mail, sehari kemudian saya diberi tambahan dokumen untuk perpanjangan waktu polis asuransi via e-mail.
    • Surat referensi bank dan rekening koran 3 bulan terakhir (saya dan suami)
      Surat referensi bank adalah surat yang membuktikan bahwa kita benar-benar nasabah di suatu bank tertentu. Mengapa ada persyaratan surat referensi bank dan rekening koran kita? Ini untuk membuktikan bahwa kita punya uang sehingga dijamin tidak akan “nggembel” di negara orang. Lanjut ke bagaimana saya mendapat surat referensi bank, yaa. Saya selama ini menggunakan rekening BNI Syariah. Pada waktu itu, saya datang ke bagian cabang bukan di bagian pusat. Sedangkan untuk mendapatkan Surat Referensi Bank dibutuhkan tanda tangan pimpinan bank yang berada di bagian pusat sehingga bisa memakan waktu satu s.d. tiga hari untuk mendapatkan surat tersebut. Untuk rekening koran, cukup bilang saja ke customer service bank, ia akan mencetak rekening koran kita. Semua dikenakan biaya. Biaya untuk surat referensi bank dan biaya cetak rekening koran. Jangan lupa siapkan uang, yaa (saya lupa dikenakan biaya berapa pada waktu itu, yang pasti tidak sampai 100.000 rupiah).
    • Booking tiket (berangkat dan pulang)
      Dokumen booking tiket pesawat ini penting untuk membuktikan bahwa kita pasti akan pulang kembali ke negara dimana kita berasal, bukan jadi imigran gelap maksudnya. Nah, kamu jangan beli tiket yang beneran sebelum dipastikan visa kamu bakal diterima. Cukup yang booking saja.
    • Fotocopy KK dan Fotocopy KTP
      Sebagai warga negara yang baik, maka dokumen identitas ini harus ada.
    • Surat Undangan
      Karena saya diundang oleh suami saya, maka perlu ada surat undangan dari suami. Formulir yang harus diisi suami saya dan dicetak ialah pada tautan berikut: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/pdf/invitation-letter-for-tourist-visa-290416.pdf.
    • Dokumen berikut ini ialah dokumen yang saya siapkan untuk antisipasi karena pihak kedutaan berhak meminta dokumen tambahan (FYI, dokumen-dokumen ini tidak ada dalam persyaratan visa):
      • Fotocopy buku nikah
        Dokumen ini untuk membuktikan yang mengundang saya memang suami saya.
      • Scan permesso suami
        Permesso (residence permit) adalah kartu yang menunjukkan izin tinggal di Italia.
      • LoG (Letter of Guarantee)
        Ini adalah LoG dari LPDP yang menyatakan bahwa suami saya ditanggung segala biaya hidup dan studinya di Italia. Dokumen ini penting disertakan untuk memperkuat dokumen rekening koran saya dan suami.
      • Surat Pernyataan
        Ini isinya saya menulis surat pernyataan bahwa biaya hidup saya di Milan, Italia bersumber dari rekening saya dan suami saya.
  1. Melihat Biaya Visa
    Biaya visa turis bisa dilihat pada tautan berikut: https://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/tourist.html.
    Berdasar keterangan yang tertulis di tautan tersebut, saya masuk dalam kategori dewasa maka perlu menyiapkan uang sebesar 1.015.000 rupiah.

Selanjutnya, masuk ke sesi pengalaman saya menyerahkan berkas aplikasi visa ke Pusat Pengajuan Aplikasi Visa Italia a.k.a kantor VFS Global di Jakarta.

Cerita saja, yaa. Saya sudah harus siap di lokasi 10 menit sebelum waktu appointment dan saya boleh masuk ke kantor tersebut ketika 10 menit sebelum waktu  appointment. Bahkan saya tidak boleh masuk 11 atau 12 menit sebelum waktu appointment, presisi sekali bukan? Sebelum saya memasuki kantor VFS Global itu, ada security check pertama terlebih dahulu dengan: 1.) Menunjukkan dokumen bukti appointment, 2.) Pemeriksaan isi tas yang akan dibawa ke dalam ruang utama, 3.) Pemeriksaan badan (dikhawatirkan jika membawa barang-barang berbahaya), 4.) Mematikan telepon genggam (benar-benar dinonaktifkan karena di dalam ruang utama sama sekali tidak boleh mengaktifkan telepon genggam). Selanjutnya ialah menjalani security check yang kedua, yaitu sebelum masuk ke ruang utama kantor VFS Global. Petugas keamanan bertanya kepada saya: 1.) Jenis visa yang diajukan, 2.) Negara yang dituju, 3.) Melalui agen atau tidak, dan 4.) Menyerahkan dokumen bukti appointment. Lalu, daftar nama saya akan dicentang oleh petugas keamanan tersebut dan diberi nomor antrian. Kemudian, saya boleh masuk ke ruang utama setelah melewati X-Ray dan duduk menanti antrian. Duduknya di ruang tunggu sesuai negara yang akan dituju, yaa. Btw, bisa sangat lama lho menunggunya, saya sampai satu jam menunggu giliran. Sayangnya, tidak ada toilet di dalam ruang utama, adanya air mineral gratis.

Setelah nomor antrian saya dipanggil, saya beranjak menuju counter officer penerima berkas aplikasi visa. Tenang saja, mereka baik dan ramah. Semua dokumen dicek satu-satu dan mereka sungguh sangat teliti. Mereka juga berhak meminta dokumen tambahan. Daan, voila! Dokumen-dokumen yang saya siapkan untuk antisipasi benar-benar diminta oleh pihak VFS Global untuk dibawa ke kedutaan. Kalau ada dokumen yang kurang, saya diminta menyusulkan dokumen itu sesegera mungkin via e-mail. Pembayaran biaya visa juga langsung di tempat. Pada kenyataannya, biaya visa turis ialah 995.000 rupiah. Namun, karena saya enggan melacak status visa saya sendiri maka saya dikenakan biaya logistik tambahan sebesar 300.000 (saya dikirimi e-mail dan sms sudah sejauh apa perkembangan berkas saya di kedutaan Italia). Selain itu, saya enggan balik lagi ke Jakarta untuk mengambil paspor dan visa saya, maka saya minta dikirimkan ke Yogyakarta sehingga mendapat biaya tambahan lagi sebesar 65.000 rupiah. Pada akhirnya, paspor dan visa saya kemudian sampai di rumah saya dengan selamat kurang lebih 15 hari.

IMG_20181017_083641
Paspor

Demikian, pengalaman saya mengajukan aplikasi visa turis ke Italia. Semoga ada manfaatnya untuk para pembaca. 🙂

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s